Home » Berita » Mahasiswa KKN-PPM UGM Sosialisasikan dan Demonstrasikan Pembuatan Pupuk Kompos dari Kotoran Sapi di Desa Cikondang

Mahasiswa KKN-PPM UGM Sosialisasikan dan Demonstrasikan Pembuatan Pupuk Kompos dari Kotoran Sapi di Desa Cikondang

Oleh

Mahardi

Majalengka, 11 Juli 2025 – Sebagai upaya mendorong pemanfaatan limbah peternakan sekaligus memperkuat sektor pertanian desa, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) melaksanakan kegiatan sosialisasi dan demonstrasi pembuatan pupuk kompos berbahan dasar kotoran sapi di Desa Cikondang, Kecamatan Cingambul, Kabupaten Majalengka. Kegiatan ini berlangsung di peternakan sapi Desa Cikondang dan disambut antusias oleh perangkat desa.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Jumat (11/7) ini merupakan bagian dari program klaster agro KKN Cingambul Ngarumpul dengan tema besar “Optimalisasi Potensi Ekonomi Lokal Melalui Ketahanan Pangan Untuk Mewujudkan Desa Mandiri Pangan di Desa Ciranjeng, Muktisari, Cikondang, dan Wangkelang Kabupaten Majalengka.” Pemanfaatan limbah kotoran sapi menjadi kompos dipilih sebagai solusi pengelolaan limbah sekaligus penyediaan pupuk organik bagi petani di desa.

Aisyah Dwi Firdasari, mahasiswa Ilmu dan Industri Peternakan UGM angkatan 2022 sekaligus penanggung jawab kegiatan, menjelaskan tujuan utama pelaksanaan program ini. “Selama ini kotoran sapi hanya dianggap limbah dan dibuang begitu saja. Padahal, jika diolah dengan benar, kotoran sapi dapat diubah menjadi pupuk kompos yang bermanfaat untuk menyuburkan lahan pertanian warga,” ujarnya.

Kegiatan dimulai pada pukul 13.30 WIB dengan sesi sosialisasi mengenai pentingnya pengelolaan limbah peternakan dan manfaat penggunaan pupuk organik. Materi ini disampaikan langsung oleh Aisyah Dwi Firdasari dan didukung oleh tim KKN Desa Cikondang, yaitu Zalfa Ayu Azizah (Geografi Lingkungan 2022), Icha Martina Wijaya (Akuntansi Sektor Publik 2022), Naila Nurfadhilah (Farmasi 2022), Rahma Syahidah Ashari (Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian 2022), Kholis Naufal Pamugkas (Biologi 2022), serta Mahardi Nalendra Syafa (Statistika 2022).

Tidak hanya menyampaikan teori, tim mahasiswa juga langsung mempraktikkan pembuatan kompos di lokasi peternakan sapi desa. Proses demonstrasi dipandu oleh Aisyah Dwi Firdasari dengan dibantu oleh seluruh anggota tim. Peternak diajarkan tahap-tahap pengomposan mulai dari pencampuran bahan baku seperti kotoran sapi kering dan larutan starter, hingga proses fermentasi.

Pak Maman dari Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Cingambul juga turut hadir dan memberikan pengarahan dalam kegiatan ini, menyampaikan apresiasinya. “Program seperti ini sangat kami dukung. Selain meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan limbah ternak, kegiatan ini juga mendorong ketahanan pangan desa melalui produksi pupuk organik sendiri tanpa harus membeli dari luar,” jelasnya.

Pak Maman juga menambahkan bahwa ketersediaan pupuk organik yang mudah dan murah sangat dibutuhkan oleh petani desa, terutama di tengah harga pupuk kimia yang semakin mahal.

Sebelum pelaksanaan sosialisasi dan praktik pembuatan kompos, tim KKN telah melakukan tahap persiapan pada 9 Juli 2025 dengan mengeringkan kotoran sapi dan menyiapkan larutan starter sebagai bahan utama proses fermentasi. Dengan persiapan matang, proses praktik berjalan lebih efektif dan peserta dapat langsung melihat tahap awal pembuatan pupuk.

Perangkat desa yang juga berperan sebagai peternak di lokasi turut aktif mengikuti praktik dan menyampaikan harapannya terhadap program ini. “Kami berharap pelatihan ini tidak hanya sekali ini saja. Kalau bisa berkelanjutan, agar kami benar-benar bisa menerapkan dan mengembangkan ilmunya,” ujar salah satu perangkat desa.

Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi terbuka antara peternak, mahasiswa, dan pihak BPP. Diskusi berlangsung santai namun penuh antusias, di mana peserta menyampaikan pertanyaan dan kendala yang mereka hadapi terkait pengolahan limbah peternakan. Setelah sesi diskusi, dilakukan dokumentasi kegiatan bersama sebagai penutup acara.

Melalui kegiatan sosialisasi dan demonstrasi ini, diharapkan masyarakat Desa Cikondang dapat lebih mandiri dalam mengelola limbah peternakan dan memanfaatkan pupuk kompos untuk meningkatkan produktivitas lahan pertanian mereka. Program ini juga diharapkan menjadi langkah awal menuju pengembangan pertanian organik di Desa Cikondang sebagai bagian dari upaya mewujudkan desa mandiri pangan.

Share:

Tinggalkan komentar