Home » Berita » Pemberdayaan Warga Desa Cikondang Melalui Pelatihan Pembuatan Bawang Goreng: Dorong Kemandirian Ekonomi dari Olahan Pertanian Lokal

Pemberdayaan Warga Desa Cikondang Melalui Pelatihan Pembuatan Bawang Goreng: Dorong Kemandirian Ekonomi dari Olahan Pertanian Lokal

Oleh

Mahardi

Cikondang, 20 Juli 2025 — Sebagai bentuk nyata pengabdian kepada masyarakat, tim mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Universitas Gadjah Mada (KKN-UGM) melaksanakan kegiatan sosialisasi dan pelatihan pembuatan bawang goreng dari bawang merah, bertempat di Majelis TPQ Desa Cikondang pada Minggu sore, 20 Juli 2025, setelah pelaksanaan kegiatan rutin pengajian ibu-ibu desa.

Kegiatan ini dipimpin oleh Rahma Syahidah Ashari dari Program Studi Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian angkatan 2022 sebagai Penanggung Jawab Program (PIC), dengan dukungan penuh dari anggota tim KKN Desa Cikondang, yakni Zalfa Ayu Azizah (Geografi Lingkungan 2022), Icha Martina Wijaya (Akuntansi Sektor Publik 2022), Naila Nurfadhilah (Farmasi 2022), Aisyah Dwi Firdasari (Ilmu dan Industri Peternakan 2022), Kholish Naufal Pamugkas (Biologi 2022), dan Mahardi Nalendra Syafa (Statistika 2022). Selain itu, kegiatan ini juga mendapat sambutan positif dan diikuti secara aktif oleh para anggota PKK Desa Cikondang, yang menjadi peserta utama dalam pelatihan.

Pelaksanaan kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan warga dalam mengolah komoditas lokal menjadi produk yang bernilai jual tinggi, khususnya bawang merah yang banyak dibudidayakan di wilayah sekitar. Dengan pengetahuan dan keterampilan yang tepat, pengolahan bawang merah menjadi bawang goreng dapat menjadi peluang usaha rumah tangga yang potensial untuk menunjang perekonomian keluarga.

Rangkaian acara dimulai dengan sesi sosialisasi mengenai pentingnya pemanfaatan hasil pertanian lokal serta potensi ekonomi dari produk olahan seperti bawang goreng. Tim KKN menyampaikan materi terkait pemilihan bahan baku yang baik, proses pengirisan dan penggorengan yang tepat agar tidak pahit dan gosong, hingga cara pengemasan produk agar lebih menarik dan tahan lama. Penyampaian materi dikemas secara komunikatif agar mudah dipahami oleh peserta, dilengkapi dengan contoh visual dan alat bantu.

Setelah sesi sosialisasi, acara dilanjutkan dengan pelatihan langsung pembuatan bawang goreng. Tahapan demi tahapan dipraktekkan secara terbuka, mulai dari pengupasan dan pengirisan bawang, teknik menggoreng agar menghasilkan tekstur yang renyah, proses penirisan minyak yang efisien, hingga ke tahapan pengemasan. Dalam sesi ini, warga tidak hanya menjadi penonton, melainkan ikut langsung mencoba proses pengolahan di bawah pendampingan mahasiswa, sehingga mereka dapat menguasai keterampilan secara lebih praktis.

Kegiatan ini berlangsung dengan suasana yang penuh antusiasme dan interaksi aktif. Peserta tak ragu bertanya untuk memahami lebih dalam, terutama mengenai kendala teknis yang mereka alami selama mencoba membuat bawang goreng sendiri di rumah. Melalui kegiatan ini, diharapkan akan muncul inisiatif warga untuk membentuk usaha mandiri berbasis pengolahan bawang merah, baik secara individu maupun kelompok. Tak hanya mendorong ketahanan pangan dan ekonomi keluarga, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya mewujudkan Desa Cikondang yang mandiri dan berdaya saing dalam pengembangan potensi lokal.

Share:

Tinggalkan komentar