Cikondang, 10 Juli 2025 – Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) yang tergabung dalam tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Sub Unit Desa Cikondang menggelar kegiatan Sosialisasi dan Demonstrasi Pembuatan Sirup dari Buah Jeruk sebagai bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan hasil pertanian lokal. Acara ini berlangsung pada Kamis sore, 10 Juli 2025, di Balai Desa Cikondang dan dihadiri oleh ibu-ibu PKK yang tengah mengadakan kegiatan arisan rutin.
Kegiatan ini dipimpin oleh Rahma Syahidah Ashari, mahasiswa Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian 2022 selaku penanggung jawab program, bersama anggota tim KKN lainnya yakni Zalfa Ayu Azizah (Geografi Lingkungan 2022), Icha Martina Wijaya (Akuntansi Sektor Publik 2022), Naila Nurfadhilah (Farmasi 2022), Aisyah Dwi Firdasari (Ilmu dan Industri Peternakan 2022), Kholish Naufal Pamugkas (Biologi 2022), dan Mahardi Nalendra Syafa (Statistika 2022). Kegiatan juga melibatkan ibu-ibu PKK Desa Cikondang sebagai peserta aktif.
Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk memperkenalkan teknik pengolahan sederhana buah jeruk menjadi produk sirup rumahan yang memiliki nilai ekonomi. Desa Cikondang dikenal memiliki potensi hasil pertanian jeruk yang cukup melimpah, namun sebagian besar belum dimanfaatkan secara maksimal. Banyak buah hasil panen yang hanya dikonsumsi langsung atau bahkan tidak terjual di pasar karena terbatasnya akses dan keterampilan pengolahan. Melalui kegiatan ini, tim KKN berupaya memberikan solusi praktis dengan memperkenalkan cara pengolahan sirup yang mudah, higienis, dan dapat diterapkan langsung oleh masyarakat. Selain untuk konsumsi rumah tangga, produk sirup ini juga berpotensi menjadi komoditas yang dapat dipasarkan secara lokal, baik dalam skala kecil seperti titip jual di warung, maupun secara daring melalui media sosial atau platform e-commerce.
Acara dimulai pada pukul 15.30 WIB dengan sesi sosialisasi mengenai potensi buah jeruk sebagai bahan baku olahan yang bernilai ekonomi tinggi. Dalam pemaparan ini, peserta diberikan informasi tentang manfaat gizi dari jeruk, peluang pasarnya, serta pentingnya menjaga kualitas dan kebersihan produk pangan olahan. Setelah sesi materi, kegiatan dilanjutkan dengan demonstrasi pembuatan sirup jeruk yang dipandu langsung oleh Rahma Syahidah. Demonstrasi mencakup tahapan pencucian bahan, ekstraksi sari jeruk, penambahan gula, pemanasan hingga pengemasan. Diskusi pun berlangsung hangat, mencakup variasi rasa yang bisa dikembangkan, pilihan kemasan yang sesuai, hingga tips penyimpanan agar produk tetap awet tanpa bahan pengawet kimia. Tak sedikit ibu-ibu yang mencatat resep, bertanya tentang peluang usaha, hingga menyampaikan rencana untuk mencoba sendiri di rumah.
Menjelang akhir kegiatan, sosialisasi dilanjutkan oleh Icha Martina Wijaya mengenasi estimasi biaya produksi. Harapannya, informasi ini dapat membantu peserta mengembangkan usaha kecil berbasis olahan jeruk. Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab terbuka, dokumentasi bersama, dan harapan agar pelatihan semacam ini bisa terus berlanjut dan diperluas ke jenis komoditas lokal lainnya.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN UGM tidak hanya berbagi ilmu, tetapi juga membangun relasi sosial dan mendorong kemandirian masyarakat dalam menciptakan peluang ekonomi. Program ini juga sejalan dengan visi Pemerintah Desa Cikondang dalam mengembangkan potensi sumber daya lokal sebagai bagian dari strategi pembangunan ekonomi berbasis masyarakat.









