Home » Berita » Dari Tanaman ke Obat: Mahasiswa KKN UGM Berikan Ruang Untuk Berdiskusi mengenai Penggunaan Obat Bahan Alam (OBA) dalam Upaya Penggerakan Pemakaian Obat yang Baik dan Benar

Dari Tanaman ke Obat: Mahasiswa KKN UGM Berikan Ruang Untuk Berdiskusi mengenai Penggunaan Obat Bahan Alam (OBA) dalam Upaya Penggerakan Pemakaian Obat yang Baik dan Benar

Oleh

Mahardi

Majalengka, 30 Juli 2025 – Mahasiswa KKN Universitas Gadjah Mada (UGM) mengadakan penyuluhan tentang obat herbal kepada ibu-ibu majelis taklim di Desa Cikondang, Kabupaten Majalengka. Kegiatan yang digelar Rabu sore (30/7) ini bertujuan memberi pemahaman yang benar tentang penggunaan obat tradisional agar lebih aman dan bermanfaat.

Acara yang diikuti 30 peserta ini digelar di Aula Majelis Taklim setempat. Para mahasiswa memaparkan pentingnya mengenal jenis-jenis obat herbal, seperti jamu, obat herbal terstandar (OHT), dan fitofarmaka. Selain itu, ibu-ibu juga diajak memahami cara memilih produk yang aman serta aturan pemerintah terkait peredaran obat tradisional.

“Menurut saya, banyak masyarakat yang sudah lama mengonsumsi jamu atau herbal, tapi belum sepenuhnya paham perbedaan jenis dan keamanannya. Misalnya, tidak semua produk herbal sudah terdaftar di BPOM.” ujar mahasiswa yang mengutarakan urgensinya melakukan program kerja ini pada masyarakat setempat.

Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab. Beberapa ibu membagikan pengalaman mereka menggunakan obat tradisional, seperti obat-obatan herbal yang.dikonsumsi bersamaan dengan penggunaan obat kimia, dan masih banyak lainnya. Mahasiswa pun memberikan edukasi mengenai tips memilih produk yang terjamin keamanannya, serta pertimbangan yang dapat dipilih dalam kondisi klinis sesuai. 

Selain penyuluhan, mahasiswa KKN UGM juga membawakan masing-masing contoh sediaan obat tradisional sebagai media penunjang edukasi, sehingga diharapkan masyarakat mampu mendapatkan gambaran nyata obat tradisional yang digunakan sebagai salah satu opsi pencegahan hingga pengobatan penyakit yang diderita.

Kegiatan ini mendapat apresiasi dari warga setempat. “Dengan edukasi seperti ini, masyarakat jadi lebih waspada dan tidak asal minum obat herbal,” ujar salah satu audiens yang hadir dalam pertemuan ini. Ke depan, mahasiswa berharap pengetahuan ini bisa disebarluaskan agar semakin banyak masyarakat yang cerdas dalam menggunakan obat tradisional.

Share:

Tinggalkan komentar