Cikondang, 10 Juli 2025 – Dalam rangka mendorong kesadaran lingkungan dan pemanfaatan limbah dapur secara kreatif, Tim KKN-PPM Universitas Gadjah Mada (UGM) Sub Unit Desa Cikondang melaksanakan penyuluhan bertajuk “Pemanfaatan Limbah Kulit Jeruk untuk Pembuatan Eco-Enzim” pada Kamis sore, 10 Juli 2025, bertempat di Balai Desa Cikondang.
Kegiatan ini melibatkan partisipasi aktif dari ibu-ibu PKK Desa Cikondang, dengan jumlah peserta sekitar 18 orang. Kegiatan ini dipandu oleh Zalfa Ayu Azizah, mahasiswi Geografi Lingkungan 2022 selaku pemateri sekaligus penanggung jawab kegiatan. Ia didampingi oleh rekan-rekan tim KKN lainnya dari berbagai disiplin ilmu, yaitu Aisyah Dwi Firdasari (Ilmu dan Industri Peternakan 2022), Icha Martina Wijaya (Akuntansi Sektor Publik 2022), Naila Nurfadhilah (Farmasi 2022), Rahma Syahidah Ashari (Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian 2022), Kholis Naufal Pamungkas (Biologi 2022), dan Mahardi Nalendra Syafa (Statistika 2022).
Penyuluhan ini dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian terhadap pengelolaan limbah organik rumah tangga, khususnya limbah kulit jeruk maupun sisa dapur yang dihasilkan oleh rumah tangga di Desa Cikondang, dimana jeruk sebagai salah satu komoditas unggulan. Limbah yang tidak dikelola dapat menimbulkan bau tidak sedap dan menambah beban sampah di TPA. Oleh karena itu, kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan eco-enzim, cairan hasil fermentasi limbah organik yang bermanfaat sebagai pembersih alami, pupuk cair, pestisida, dan pengurai limbah.
Pelaksanaan acara dimulai dengan perkenalan tim KKN dan dilanjutkan pemaparan materi oleh Zalfa. Audiens diperkenalkan dengan konsep dasar eco-enzim, manfaatnya, serta cara membuatnya menggunakan bahan-bahan sederhana. Peserta tampak antusias menyimak dan aktif selama sesi berlangsung. Sebagai pelengkap, tim KKN juga membagikan leaflet panduan pembuatan eco-enzim agar peserta dapat mempraktikkannya secara mandiri di rumah.
“Sebeumnya belum pernah dengar soal eco-enzim. Tapi setelah dijelaskan, ternyata sangat bermanfaat dan mudah dibuat,” ujar salah satu peserta.
Kegiatan diakhiri dengan sesi foto bersama dan pembagian cinderamata kepada para peserta sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi mereka. Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk lebih bijak dalam mengelola limbah organik dan memanfaatkan potensi lokal yang tersedia di sekitar.









